Kamis, 06 Februari 2020

REVIEW ARTIKEL "Waspada Virus Corona, UNS Terus Pantau Alumni yang Studi Lanjut di China"

[K2319018] [DESTRIANA KURNIAWATI] Penulis Mahasiswa Program Studi Pendidikan Fisika Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret



A. Latar Belakang
Di awal tahun 2020 ini, masyarakat dihebohkan dengan munculnya Novel Coronavirus (2019-nCov) atau yang dikenal sebagai virus corona di Wuhan, China. Sudah banyak yang menjadi korban akibat virus corona, baik itu dari negara China maupun negara-negara tetangga yang sudah mulai terkena penyebaran virus tersebut. Hampir seluruh negara di dunia sudah mulai waspada, termasuk Indonesia. Saat ini Indonesia sudah mulai membatasi kegiatan yang berhubungan dengan negara China, seperti menunda seluruh penerbangan dari dan ke Tiongkok, membatasi impor barang dari China, hingga penjemputan Warga Negara Indonesia (WNI) yang ada di Wuhan dan sekitarnya. Universitas Sebelas Maret (UNS) juga ikut waspada terkait penyebaran virus corona dengan melakukan pemantauan Warga Negara Indonesia yang ada di China, yaitu terhadap 17 alumni UNS yang saat ini sedang menempuh pendidikan di China. Untuk itu, melalui artikel yang di kutip dari website uns.ac.id diharapkan dapat mengetahui bagaimana kondisi terkait alumni UNS yang saat ini sedang menempuh studi lanjut di negara China.


B. Tujuan
Tujuan dari artikel ini dibuat adalah agar para pembaca dapat mengetahui tentang pemantauan yang dilakukan oleh Universitas Sebelas Maret terkait 17 alumni UNS yang sedang menempuh studi lanjut di negara China seiring dengan merebaknya virus corona di Wuhan, China.


C. Pembahasan
Novel Corona virus (2019-nCov) atau yang dikenal sebagai virus corona adalah jenis virus yang menyerang sistem pernapasan baik pada manusia maupun hewan. Jenis coronavirus ini sangat mengkhawatirkan bagi warga dunia, virus ini pertama kali diterima oleh World Health Organization (WHO) pada akhir Desember 2019. Wabah virus corona tersebut di mulai dari negara China, tepatnya kota Wuhan yang merupakan bagian dari provinsi Hubei. Gejala yang dialami korban virus corona antara lain demam tinggi selama beberapa hari, pilek, batuk, dan sakit tenggorokan layaknya orang yang sedang terkena flu. Virus ini juga dapat ditularkan dengan menyentuh sesuatu yang telah disentuh oleh orang yang terinfeksi dan kemudian menyentuh mulut, hidung atau mata.
Sampai saat ini sudah ratusan warga di China yang positif terinfeksi virus corona, bahkan jumlah korban yang meninggal dunia akibat virus tersebut terus meningkat. Hal ini tentunya sangat mengkhawatirkan tidak hanya bagi warga China, namun juga bagi warga dunia karena virus corona tersebut sudah mulai menyebar ke beberapa negara, antara lain, Jepang, Korea Selatan, Thailand, bahkan Singapura. Berbagai cara dilakukan untuk mengatasi penyebaran virus corona, salah satunya di Indonesia. Saat ini pemerintah Indonesia sudah mulai membatasi kegiatan yang berhubungan dengan negara China, seperti menunda seluruh penerbangan dari dan ke Tiongkok, membatasi impor barang dari China, hingga penjemputan Warga Negara Indonesia (WNI) yang ada di Wuhan dan sekitarnya.
Tidak hanya pemerintah Indonesia saja, salah satu universitas yang ada di Indonesia yaitu Universitas Sebelas Maret juga ikut dalam pemantauan 17 alumninya yang sedang menempuh studi lanjut di China. Wakil Kepala UPT Layanan Internasional UNS, Murni Ramli mengatakan, 17 alumni UNS yang saat ini sedang studi di China merupakan lulusan dari D3 Bahasa Mandarin UNS. Ke-17 alumni tersebut, 10 diantaranya sedang menempuh studi di Xihua University, 5 alumni menempuh studi  di Jinan University, dan 2 alumni menempuh studi lanjut di Huaqiao University. 10 alumni UNS di Xihua University adalah penerima beasiswa yang merupakan kerjasama antara Xihua University dan UNS. Penyalur beasiswa sekaligus Direktur CI UNS Stephanie Phanata, B.Ed., M.TCSOL sudah melakukan kontak dengan pihak Xihua University. Kebijakan untuk memulangkan WNI ke Indonesia adalah kebijakan dari pemerintah pusat. Namun karena adanya alumni UNS, maka UNS turut berempati dan memantau melalui Direktur Confocious Institute (CI) UNS.